Selamat Terbang, Burung! Jangan biarkan burung (pemikiran) anda terkurung dalam tempurung kepala anda. Biarkan dia terbang bebas di angkasa. Menembus badai, menantang matahari.

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Twitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Twitter. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2011

Apa Salah Orang Kampung?


Hati gue gusar ketika orang-orang di twitter rame mengaitkan perilaku negatif sesorang dengan label “orang kampung”, “orang udik”, “kampungan”. Kejadian ini tepatnya terjadi saat pertandingan sepakbola antara Indonesia melawan Bahrain pada tanggal 6 september 2011. Saat itu Indonesia Dalam keadaan tertinggal 2-0, entah karena kecewa dengan penampilan timnas atau mungkin karena sudah terlanjur membeli, beberapa oknum supporter menyalakan kembang api di dalam stadion. Kenapa saya katakan "terlanjur membeli", petasan/ kembang api dan sepakbola seperti sudah mejadi kultur dalam sepakbola kita. Mau kalah atau menang “pertunjukkan” petasan hampir selalu menemani pada laga demi laga dalam pertandingan sepakbola kita. Dan kebiasan supporter itu terbawa pada laga Internasional Tim Nasional Indonesia pada pra piala dunia zona asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno kemarin. 

Ternyata, sebelumnya FIFA melalui AFC sudah menghimbau dan memberi peringatan keras bahwa tidak ada toleransi untuk kembang api ini pada pertandingan Internasional. Maka dapat dimaklumi bahwa wasit yang mengadili laga Indonesia ini ingin menghentikan pertandingan karena ulah oknum supporter yang menyalakan kembang api, bahkan ada kembang api yang diarahkan ke arah pemain Bahrain yang sedang melakukan pemanasan di belakang gawang.

Lalu di twitter ramelah dengan hujatan-hujatan kepada ulah oknum supporter itu, sebenernya gue juga sangat tidak setuju dengan yang dilakukan oknum supporter tersebut. Tapi hati ini risih dan gelisah ketika hujatan-hujatan yang dilontarkan itu melabeli kata-kata “orang kampung”, “orang udik”, dan “kampungan” kepada oknum supporter ini.

Apa salah orang kampung, orang udik, dan orang yang kampungan dalam hal ini? Gue ga menemukan poinnya di sini kenapa orang-orang di twitter meracau seperti itu. Seakan-akan orang kampung itu selalu berhubungan dengan hal-hal yang negatif. Padahal banyak sekali orang (yang berasal dari) kampung di kota2 besar di Indonesia. Ga percaya? Hitung sendiri jumlah orang yang mudik pada menjelang lebaran.  Mereka dengan bangganya mudik. Mudik dalam kbbi berarti “pulang ke udik”.  Apakah karena kebanyakan dari kita (mengannggap) orang kota. Sehingga ada gap yang besar antara orang kota dan orang kampung. Gap (jarak)  yang terjadi adalah dari postif ke negatif, negatif dimiliki orang kampung dan positif dimilik orang kota. Padahal yang melakukan korupsi secara masif di negeri ini siapa? Orang kampung tentu tidak mampu melakukan hal tersebut.

Gue sebagai manusia biasa yang sok tau yang hanya ingin menghimbau kepada orang-orang (yang merasa) kota untuk berhenti melabeli orang kampung dengan hal-hal yang negatif. Sudah saatnya kita beranjak dewasa. Sudah saatnya kita menghilangkan penggunaan kata yang tidak bersifat negatif untuk hal negatif.

segala saran dan kritik akan gue terima dengan gembira.

Wassalam!

Rabu, 02 Februari 2011

FPI vs MEDIA

Oke, gue tau, prespektif gue kali ini akan melawan arus atau mainstream dari orang kebanyakan. gue agak risih dengan tweet2 orang di twitter, yang paling terbaru adalah kasus ariel vs gayus. Kebanyakan orang-orang menghujat FPI karena mereka paling gencar mengadakan demonstrasi di pengadilan tinggi Bandung. Banyak kalangan yang menuntut Ariel Peterpan ini dibebaskan, alasannya mereka sederhana, masalah moral itu menjadi urusan individu masing-masing dengan Tuhannya. benarkah begitu keadaannya?
Sekarang kita fokus ke judul. Seberapa besarkah peran FPI vs MEDIA dalam mempengaruhi masyarakat untuk bertaindak negatif? gue punya cerita dari temen gue yang kuliah di makassar, katanya, di sana itu hanya dengan status "teman" mereka bisa meraba-raba (maaf) dada teman wanitanya. Di Jakarta? jujur saya belum pernah menemukannya. Lain lagi cerita teman saya dari Semarang, anak cowo SMA di sana di malam minggu hanya memikirkan bagaimana mendapat pinjaman motor dan mempunyai uang. tujuannya? Untuk bisa mengajak jalan-jalan sang kekasih dan pada akhirnya berakhir di hotel melati. tidak percaya? silahkan buktikan sendiri.
Percaya atau tidak, perilaku para abg-abg itu sangat dipengaruhi oleh media! yah, media yang menggiring opini dan mendoktrin bahwa keperjakaan dan keperawanan itu menjadi hal yang tidak tabu dan tidak penting.
"colok" sana-sini itu menjadi hal yang lumrah.
Sekarang kita ke FPI, FPI sering dihujat karena anarkisme-nya, pukul sana-sini tidak pandang bulu, yang paling menghebohkan ada peristiwa HKBP Ciketing yang pendetanya mendapat bogem mentah dari anggota FPI, FPI dinilai tidak mempunyai perasaan, akhirnya FPI dituding ormas bayaran yang dibayar untuk merusak citra Islam. Siapa yang menuding seperti itu? merekalah orang-orang yang menuntut dibebaskannya ariel.
Lalu apa peran media dalam kasus FPI? Sekarang media kebanyakan, termasuk media-media yang mempunya kredibilitas tinggi berprinsip "good news is no news, bad news is good news". berita FPI demonstrasi menolak pornografi dan sekte-sekte agama selalu menjadi headline di semua media, diberitakan demonstrasi berjalan rusuh. padahal kenyataannya belum tentu seperti itu. Kenapa media mencritakan demonstrasi FPI itu rusuh? Bayangkan image FPI yang sudah terbentuk saat ini, sebagai ormas keagamaan yang anarki. Jika demonstrasi FPI ini yang sebenarnya berjalan damai dan tertib, lalu diangkat menjadi "berita" dengan menggambarkan keadaan yang sebenarnya, yakinlah hanya sedikit orang yang akan membacanya, tapi jikalau demonstrasi yang berjalan damai itu  "diberitakan" berjalan rusuh, maka masyarakat akan sangat tertarik untuk membacanya. Sekarang seberapa banyak orang yang tau bahwa FPI adalah ormas atau lsm yang paling banyak mencari korban dan menguburnya saat peristiwa tsunami di Aceh dan Sumatra Utara? Tidak percaya? Silahkan cek datanya di kantor Gubernur Aceh. Pernahkah anda membaca/menonton media (pada saat itu) yang mengangkat berita ini menjadi "berita"? saya rasa tidak ada. Contoh lain ketika FPI bentrok dengan kelompok tertentu, seberapa besrkah porsi yang memberitakan dari sudut pandang FPI? Silahkan nilai sendiri :) .

*mohon maaf apabila tidak nyambung antara judul dan isi, atau antara kalimat satu dengan kalimat setelah dan/ atau sesudahnya. Penulis masih amatir, mohon bimbingannya :D*

Selasa, 04 Januari 2011

Five Kinds of People to Avoid on Twitter


I know this is an understatement, but I'm going to say it anyway. Twitter is growing like crazy. In the last year Twitter has grown over 1300%. It's jumped from a million users to over seven million users in a year. No wonder we see the fail whale so much. Those are some serious stats!
As Twitter's grown at this ridiculous rate, it's been interesting to observe the way new people are using it. Here are a few types of Twitter users I've identified that you probably want to avoid, or at least make sure you're not one. Feel free to add more in the comments.
Name: Awesomists
Location: You wish you were here.
Bio: My life is awesome.
What are you doing? Sipping a skinny mocha latte and watching whales from my celebrity friend's yacht.
Name: Unoriginals
Location: Where you were yesterday.
Bio: My tweets are your tweets. I don't have anything interesting to say myself.
What are you doing? RT the latest thing to come across my feed reader in the last five minutes.
Name: Hypsters
Location: Who cares. You just need to buy what I'm selling.
Bio: Buy my stuff. Hire me. Make six figures in 12 hours. I'm going to make you famous.
What are you doing? The same thing I tweeted an hour ago...links to my blog about my secrets to business success.
Name: Philosophacators
Location: I'm too busy thinking to notice where I am.
Bio: I'm pretty smart...and deep...and sensitive...and don't forget smart too.
What are you doing? Never milk a cow with only one udder.
Name: Minutiaists
Location: Latitude and longitude of my exact location at this very moment.
Bio: My day, all day, everyday, 140 characters at a time.
What are you doing? Woke up at 6:42. Did number 1. Got a shower. Water took longer to warm up than usual. Shampoo, no conditioner. Same towel as yesterday.

 
Copyright (c) 2010 INI BURUNGKU, MANA BURUNGMU?. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes And TM Web Design.